Salam sehat dan sejahtera bagi kita semua,

Terlebih bagi saudara-sudari pengunjung Website Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) Kantor Cabang JAKARTA. Kita bersyukur pada Allah Penyelenggara yang telah memberikan hidup baru setiap hari. Terimakasih saya ucapkan kepada para pengunjung website Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) Kantor Cabang JAKARTA.

Perkenankan kami menjelaskan mengenai Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) sebagai penyelenggara dan pengelola Pendidikan yang dirintis oleh Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi (PI), yaitu  Berlokasi di jalan Dwiwarna Raya no. 1-3 Jakarta Pusat, dikelola dan diselenggarakan oleh Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII). Sekolah-sekolah di bawah naungan YPII dirintis oleh para Suster Penyelenggaraan Ilahi (Suster PI) yang datang ke Indonesia dari Eropa pada tahun 1934, 7 suster misionaris yang datang dari Belanda tepatnya pada tanggal 26 April 1934 atas permintaan Uskup Bandung, Mgr. Goumans. Para suster mendarat di Batavia dan menuju ke bumi Parahiyangan, kota Bandung.

Pada tahun 1938 Pater Beekman, SJ meminta para Suster PI membantunya dengan mendirikan sekolah Kebon Dalem di Semarang. Kemudian, pada tahun 1950 Pater Zwaans , SJ meminta para Suster PI untuk berkarya di antara umat Tionghoa di Paroki Mangga Besar, Jakarta. Maka pada tahun 1951, dimulailah TK dan SD Santo Yoseph, dilanjutkan dengan SMP Santo Yoseph pada tahun 1956.

Kini, dalam usia ke-180 tahun Tarekat Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi di dunia, dan secara khusus usia 84 tahun berkarya di indonesia, selain di tanah Jawa, YPII telah menjangkau tanah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kupang

Semoga sekolah-sekolah YPII mampu menjawab harapan orang tua siswa dan masyarakat di tengah tantangan zaman dengan segala perubahan yang terjadi.

Spiritualitas

Pastor Eduard Michelis


Pastor Eduard Michelis merupakan pendiri Kongregasi Suster­ suster Penyelenggaraan llahi . Pastor Eduard Michelis dilahirkan pada tgl 06 Februari 1813 di Munster, St. Mauritz. la belajar teologi, masuk seminari tinggi pada bulan Nopember 1835 dan sudah ditahbiskan sebagai imam pada tgl. 06 April 1836 karena Uskup Agung dari Koln yang baru diangkat, Clemens August Droste zu Vischering yang hingga saat itu adalah Vikaris jenderal dan Uskup di Munster ingin mengajak dia ke Koln sebagai pastor pembantu dan sekretaris pribadi. Uskup Agung Koln memunculkan kemarahan pemerintah karena penolakannya terhadap “Perjanjian Berlin” pada Peristiwa Koln. Bersama dia, Eduard Michelis juga dibawa ke penjara Minden pada bulan Nopember 1837. Kemudian Michelis dipindahkan ke Magdeburg dan akhirnya ke Erfurt. Baru pada bulan April 1841, dalam situasi kesehatan yang sangat lemah, Michelis dapat pulang kembali ke Munster. Pada tahun 1842 ia mendirikan sebuah rumah yatim piatu untuk anak-anak miskin di St. Mauritz, sekaligus sebagai titik awal kongregasi baru Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, di mana Eduard Michelis menjadi Direktur dari tanggal 03-11-1842 sampai dengan 23-10- 1845. Sesudah memperoleh gelar doktor pada bulan Maret 1844, Michelis pergi ke Luxemburg dan mengajar di seminari imam yang baru didirikan sebagai profesor dogmatik, karena dengan alasan tiga setengah tahun sebagai tahanan ia tidak memperoleh tempat sebagai dosen pada universitas-universitas di Prussia. Pada tgl. 20 Maret 1848 telah diproklamirkan kebebasan pers di Luxemburg dan pada tgl 23 telah terbit surat kabar katolik yang baru, dengan nama “Luxemburger Wort fur Wahrheit und Recht” (“Sabda Luxemburg untuk Kebenaran dan Keadilan”). Dalam sejarah surat kabar ini disebutkan: “Seorang dari para penggerak yang paling utama/penting adalah Dr. Eduard Michelis, profesor pada seminari imam.” Pastor Eduard Michelis menunjukkan kebesaran cintanya pada umat katolik diaspora. Ini membuatnya ikut sebagai pendiri Perkumpulan Bonifatius, yang didirkan pada tgl. 04 Oktober 1849. la wafat pada tgl. 08 Juni 1855, dalam usia baru 42 tahun setelah menderita penyakit berat yang singkat.

UNIT SEKOLAH

PPDB - ONLINE

Sekolah Santo Yoseph memiliki keamanan 24 jam dan juga CCTV keamanan, dan petugas yang siap sedia jika membutuhkan informasi setiap saat . Diisi dengan petugas yang sudah terlatih dan ulet dalam melaksanakan tugasnya dan mengisi post masing-masing dalam melaksanakan kewajiban.

Alumni – Maria Iglesia

Maria Iglesia Budiyanto

Angkatan 2018 - Pelajar

“Sejak TK sampai SMP saya bersekolah di Sanyo, rasanyaa sangat senang sekali bertemu para bapak ibu guru dan teman teman yang mendukung saya selama berproses dengan segala rintangan yang ada membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik semakin harinya! Untuk pesan nyaa, semoga Santo Yoseph selalu bersinar dan suksess selalu!”

Alumni-Evelyn Tjuatja

Evelyn Tjuatja

Angkatan 2018 - Pelajar

“Keren sihh , guru-gurunya okee banget kalo ngajarr. Fasilitas sekolah juga kecee abiss, banyak juga momen-momen berharga bareng temen-temen dan guru-guru selama sekolah di Santo Yoseph , terkecee deh pokoknya. Semoga ke depannya Santo Yoseph bisaa semakin sukses yaa !!”

Alumni-Eko Saputro

Eko Saputro

Angkatan 2001 - Wirausaha

“Menjadi masa awal remaja yang memorable. Ada saja kenakalan remaja waktu itu, tapi Puji Tuhan ada lingkungan sekolah yang mengajarkan nilai-nilai Kristiani. Bukan hanya penekanan di nilai akademis, tapi juga diberikan wadah untuk berkembang di hal Seni & Olahraga.”

Alumni Albert Christian Yang

Albert Christian Yang

Angkatan 2019 - Pelajar

“Sekolah Santo Yoseph mengandung banyak pengalaman menarik yang sedih maupun senang, namun waktu tersebut sudah lalu dan tersimpan menjadi memori.”